BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Saat
ini hampir seluruh yang kita gunakan untuk beraktivitas adalah benda elektronik
yang menggunakan listrik. Bila dikatakan listrik adalah salah satu kebutuhan
pokok didunia saat ini. Ketika membahas tentang listrik, tyentu tidak terlepas
dari kuat arus, beda potensial atau tegangan dan hambatan. Pada saat praktikum
ini menggunakan berbagai macacam jenis lilitan, lilitan sendiri terbagi menjadi
dua yaitu, lilitan sekunder (Ns) dan
lilitan primer (Np). Ada yang Np 1000, 500, 250 dan Ns 1000, 500.
Transformator
merupakan sebuah mesin listrik yang dapat merubah dan mentransfer tenaga
listrik dari suatu rangkaian kerangkaian lainnya dengan cara induksi melalui
elektromagnet pada frekuensi konstan. Pada dasarnya terdapat beberapa jenis
transformator, step up, dan step down. Biasanya transformator digunakan dalam
teknik elektro selain itu ada juga istilah input dan output transformators pada
rangkaian radio dan televisi. Transsmator sendiri dapat juga dimanfaatkan pada
system komunikasi untuk penyesuaian impedansi agar tercapai transfer
Dalam
penyaluran daya listrik juga banyak digunakan transformator berkapasitas besar
dan juga bertegangan tinggi. Dengan transformator tegangan jarak jauh dan susut
daya listrik dapat ditekan. Di jaringan distribusi listik banyak digunakan
transformator penurun tegangan dai tegangan 20 Kv menjadi 380 vuntuk distribusi
rumah-rumah dan kantor.
B. Tujuan
Praktikum
1. Mahasiswa
memahami konsep, jenis dan manfaat transformator
2. Mahasiswa
memahami prinsip kerja transformator
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Daya
dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Sumber
energi adalah generator arus bolak-balik. Sebagian energi yang disediakan
disimpan dalam medan listrik di kapasitor, sebagian disimpan dalam medan magnet
pada induktor, dan sebagian didisipasikan sebagai energi panas dan resistor.
Dalam operasi keadaan tunak yang diasumsikan energi rata-rata tersimpan dalam
kapasitor dan induktor tetap konstan. Maka total transfer energi adalah dari
generator ke resistor, di mana energi elektromagnetik didisipasi sebagai energi
panas (Halliday, 2010).

0
2

Nilai
rms dari tegangan dan ggl untuk rangkaian arus bolak-balik.
Vrms
=
dan β rms =
(tegangan rms, ggl rms).u
Instrumen
arus bolak-balik, seperti amperemeter dan voltmeter, biasanya dikalibrasi untuk
membaca Irms, Vrms, βrms.
Dengan demikian, jika anda memasang voltmeter arus bolak-balik pada soket
listrik di rumah dan terbaca 120 V, itu artinya tegangan rms (Halliday, 2010).
B. Transformator
Kita
sering perlu mengubah tegangan listrik AC dari satu harga ke harga yang lain.
Sebagai contoh, tegangan untuk radio transistor atau kalkulator adalah sekitar
6 V-12 V dc dan ini memerlukan tegangan AC sebesar itu pula (Sutrisno dan Tan,
1983).
Akan
tetapi tegangan jala-jala PLN adalah 110 V-220 V ac. Untuk merubah tegangan ac
ini dapat digunakan transformator. Tegangan PLN 110 V AC juga sudah diturunkan
dari harga tegangan tinggi sekitar 20000 v AC. Transmisi daya listrik dari
pembangkit listrik ke kota-kota dilakukan dengan tegangan tinggi, agar daya
tinggi dapat dikirimkan dengan arus yang rendah. Tegangan tinggi ini diturunkan
menjadi 110 v atau 220 v dalam gardu transformator (Sutrisno dan Tan, 1983).
Bila
inti transformator dibuat dari bahan magnet dengan permeabilitas yang tinggi,
sebagian besar fluks akan terkumpul pada inti transformator. Akibatnya fluks
yang masuk pada kumparan sekunder sama dengan fluks pada kumparan primer. Bila
pada kumparan sekunder ada N (lilitan), gaya gerak listrik imbasAC. Pada
kumparan sekunder adalah (Sutrisno dan Tan, 1983).
ε2 = 
Jika
n > 1 tegangan sekunder lebih besar daripada tegangan primer. Transmator
senacam ini disebut transformator step-up. Jika n < 1 tegangan sekunder
lebih kecil daripada tegangan primer, dan kita mempunyai transformator
srep-down Dalam sisstem distribusi daya listrik sangat digunakan untuk factor
keselamatan dan untuk desain alat yang efisien., memiliki tegangan yang relatif
rendah pada akhir pembangkit (rumah pabrik),
(Sutrisno dan Tan, 1983).
sebagai
contoh anggaplah jalur lustrik 735 Kv digunakan untuk mentransmisi energy
listrik dan PLTA LA Grande 2 di Quebec ke Monteal sejauh 1000 km energy dipasok
pada laju rata-rata (Sutrisno dan Tan, 1983).
1. Transformator
ideal
Aturan
teransmisi mengarah keridakcocokan mendasar ntara syarat untuk transmisi
tegangan tinggi yang efisien dan kebutuhan pembangkit dan konsumsi tegangan
rendah yang aman. Kita membutuhkan alat yang dapat digunakan untuk menaikkan
(transmisi) dan menurunkan (untuk penggunaan) tegangan AC dalam rangkaian
dengan menjaga hasilkali arus x tegangan relative konstan. Transformator tidak
memiliki bagian yang bergerak, bekerja dengan hokum Faraday tentang induksi,
dan tidak memiliki padaman arus searah yang sederhana. Dalam penggunaanya,
lilitan primer, sebanyak Np lilitan, dihubungkan dengan generator arus bolak
balik dengan GGL pada tiap waktu. Lilitan sekunder, sebanyak Nsliltan,
dihubungkan ke resistansi beban R, rangkaiannya adalah rangkaian terbuka ketika
sakelar S terbuka. (Sutrisno dan Tan, 1983).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar