Kamis, 16 Oktober 2014

MAKALAH TRANSFORMATOR



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Saat ini hampir seluruh yang kita gunakan untuk beraktivitas adalah benda elektronik yang menggunakan listrik. Bila dikatakan listrik adalah salah satu kebutuhan pokok didunia saat ini. Ketika membahas tentang listrik, tyentu tidak terlepas dari kuat arus, beda potensial atau tegangan dan hambatan. Pada saat praktikum ini menggunakan berbagai macacam jenis lilitan, lilitan sendiri terbagi menjadi dua yaitu,  lilitan sekunder (Ns) dan lilitan primer (Np). Ada yang Np 1000, 500, 250 dan Ns 1000, 500.
Transformator merupakan sebuah mesin listrik yang dapat merubah dan mentransfer tenaga listrik dari suatu rangkaian kerangkaian lainnya dengan cara induksi melalui elektromagnet pada frekuensi konstan. Pada dasarnya terdapat beberapa jenis transformator, step up, dan step down. Biasanya transformator digunakan dalam teknik elektro selain itu ada juga istilah input dan output transformators pada rangkaian radio dan televisi. Transsmator sendiri dapat juga dimanfaatkan pada system komunikasi untuk penyesuaian impedansi agar tercapai transfer
Dalam penyaluran daya listrik juga banyak digunakan transformator berkapasitas besar dan juga bertegangan tinggi. Dengan transformator tegangan jarak jauh dan susut daya listrik dapat ditekan. Di jaringan distribusi listik banyak digunakan transformator penurun tegangan dai tegangan 20 Kv menjadi 380 vuntuk distribusi rumah-rumah dan kantor.

B.  Tujuan Praktikum
1.      Mahasiswa memahami konsep, jenis dan manfaat transformator
2.      Mahasiswa memahami prinsip kerja transformator




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.  Daya dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Sumber energi adalah generator arus bolak-balik. Sebagian energi yang disediakan disimpan dalam medan listrik di kapasitor, sebagian disimpan dalam medan magnet pada induktor, dan sebagian didisipasikan sebagai energi panas dan resistor. Dalam operasi keadaan tunak yang diasumsikan energi rata-rata tersimpan dalam kapasitor dan induktor tetap konstan. Maka total transfer energi adalah dari generator ke resistor, di mana energi elektromagnetik didisipasi sebagai energi panas (Halliday, 2010).
                              sin ϴ
                              +1
                                                 

                                                        
                                                             0                     2          
Nilai rms dari tegangan dan ggl untuk rangkaian arus bolak-balik.
Vrms =  dan β rms =  (tegangan rms, ggl rms).u
Instrumen arus bolak-balik, seperti amperemeter dan voltmeter, biasanya dikalibrasi untuk membaca Irms, Vrms, βrms. Dengan demikian, jika anda memasang voltmeter arus bolak-balik pada soket listrik di rumah dan terbaca 120 V, itu artinya tegangan rms (Halliday, 2010).

B.  Transformator
Kita sering perlu mengubah tegangan listrik AC dari satu harga ke harga yang lain. Sebagai contoh, tegangan untuk radio transistor atau kalkulator adalah sekitar 6 V-12 V dc dan ini memerlukan tegangan AC sebesar itu pula (Sutrisno dan Tan, 1983).
Akan tetapi tegangan jala-jala PLN adalah 110 V-220 V ac. Untuk merubah tegangan ac ini dapat digunakan transformator. Tegangan PLN 110 V AC juga sudah diturunkan dari harga tegangan tinggi sekitar 20000 v AC. Transmisi daya listrik dari pembangkit listrik ke kota-kota dilakukan dengan tegangan tinggi, agar daya tinggi dapat dikirimkan dengan arus yang rendah. Tegangan tinggi ini diturunkan menjadi 110 v atau 220 v dalam gardu transformator (Sutrisno dan Tan, 1983).
Bila inti transformator dibuat dari bahan magnet dengan permeabilitas yang tinggi, sebagian besar fluks akan terkumpul pada inti transformator. Akibatnya fluks yang masuk pada kumparan sekunder sama dengan fluks pada kumparan primer. Bila pada kumparan sekunder ada N (lilitan), gaya gerak listrik imbasAC. Pada kumparan sekunder adalah (Sutrisno dan Tan, 1983).
ε2 =
Jika n > 1 tegangan sekunder lebih besar daripada tegangan primer. Transmator senacam ini disebut transformator step-up. Jika n < 1 tegangan sekunder lebih kecil daripada tegangan primer, dan kita mempunyai transformator srep-down Dalam sisstem distribusi daya listrik sangat digunakan untuk factor keselamatan dan untuk desain alat yang efisien., memiliki tegangan yang relatif rendah pada akhir pembangkit (rumah pabrik),  (Sutrisno dan Tan, 1983).
sebagai contoh anggaplah jalur lustrik 735 Kv digunakan untuk mentransmisi energy listrik dan PLTA LA Grande 2 di Quebec ke Monteal sejauh 1000 km energy dipasok pada laju rata-rata (Sutrisno dan Tan, 1983).
1.    Transformator ideal
Aturan teransmisi mengarah keridakcocokan mendasar ntara syarat untuk transmisi tegangan tinggi yang efisien dan kebutuhan pembangkit dan konsumsi tegangan rendah yang aman. Kita membutuhkan alat yang dapat digunakan untuk menaikkan (transmisi) dan menurunkan (untuk penggunaan) tegangan AC dalam rangkaian dengan menjaga hasilkali arus x tegangan relative konstan. Transformator tidak memiliki bagian yang bergerak, bekerja dengan hokum Faraday tentang induksi, dan tidak memiliki padaman arus searah yang sederhana. Dalam penggunaanya, lilitan primer, sebanyak Np lilitan, dihubungkan dengan generator arus bolak balik dengan GGL pada tiap waktu. Lilitan sekunder, sebanyak Nsliltan, dihubungkan ke resistansi beban R, rangkaiannya adalah rangkaian terbuka ketika sakelar S terbuka. (Sutrisno dan Tan, 1983).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar